Jumaat, 31 Mei 2013

FAEDAH ISTIGHFAR

Faedah Istighfar Datang seorang kepada Hasan Al-Bashri mengadukan kemiskinannya, maka Hasan Al-Bashri memberikan anjuran untuk dia banyak beristighfar. Datang orang kedua mengadukan perihal dirinya yang lama tidak berketurunan, maka Al-hasan menganjurkannya banyak beristighfar. Datang orang ketiga mengadukan perihal kekeringan dan paceklik karena lama tidak turun hujan, maka beliau pun menganjurkannya beristighfar. Hingga bertanyalah seorang murid kepada Al-Hasan, “Wahai Al-Hasan, mengapa setiap orang yang datang dengan keluhan-keluhannya engkau ajarkan mereka untuk beristighfar? Al-Hasan Al-Bashri mengatakan: sesungguhnya bukanlah jawabanku dari diriku, namun aku dapatkan dari Firman Allah Ta’ala: فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا * يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا * وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا maka aku katakan kepada mereka: “Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai. Nuuh: 10-12 Berkata Ibnu Taimiyyah: “Sungguh,kadang-kadang terlintas di hatiku suatu persoalan yang sulit untuk aku pahami, maka aku beristighfar kepada Allah, sehingga dadaku menjadi lapang dan persoalan itu terpecahkan. Terkadang aku berada di pasar, masjid, atau madrosah, hal itu tidak menghalangiku untuk mengucapkan istighfar,hingga aku memperoleh apa yang aku inginkan.” Subhanallah walhamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar Walahaulawala Quwwata illabilla hil a’liyil a’zim. Allahumma salli 'ala muhammadin wa ala ali Muhammad. Astaghfirullahal adzim.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan